Sabtu, 22 Agustus 2015

sejarah kentongan

Kentongan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kentongan
Kentongan dari Vanuatu,Kepulauan Pasifik.
Kentongan atau yang dalam bahasa lainnya disebut jidor adalah alat pemukul yang terbuat dari batang bambu atau batang kayu jati yang dipahat.
Kegunaan kentongan didefinisikan sebagai tanda alarm, sinyal komunikasi jarak jauh, morse, penanda adzan, maupun tanda bahaya.[1]Ukuran kentongan tersebut berkisar antara diameter 40cm dan tinggi 1,5M-2M.[butuh rujukan] Kentongan sering diidentikkan dengan alatkomunikasi zaman dahulu yang sering dimanfaatkan oleh penduduk yang tinggal di daerah pedesaan dan pegunungan.[2]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Sejarah budaya kentongan sebenarnya dimulai sebenarnya berasal dari legenda Cheng Ho dari Cina yang mengadakan perjalanan dengan misi keagamaan.[butuh rujukan] Dalam perjalanan tersebut, Cheng Ho menemukan kentongan ini sebagai alat komunikasi ritualkeagamaan.[butuh rujukan] Penemuan kentongan tersebut dibawa ke China, Korea, dan Jepang.[butuh rujukan] Kentongan sudah ditemukan sejak awal masehi.[butuh rujukan] Setiap daerah tentunya memiliki sejarah penemuan yang berbeda dengan nilai sejarhnya yang tinggi.[butuh rujukan] Di Nusa Tenggara Barat, kentongan ditemukan ketika Raja Anak Agung Gede Ngurah yang berkuasa sekitar abad XIX menggunakannya untuk mengumpulkan massa.[butuh rujukan] Di Yogyakarta ketika masa kerajaan Majapahit, kentongan Kyai Gorobangsa sering digunakan sebagai pengumpul warga.[1]
Di Pengasih, kentongan ditemukan sebagai alat untuk menguji kejujuran calon pemimpin daerah.[1] Di masa sekarang ini, penggunaan kentongan lebih bervariatif.[butuh rujukan]

Cara Memainkan[sunting | sunting sumber]

Kentongan merupakan alat komunikasi zaman dahulu yang dapat berbentuk tabung maupun berbentuk lingkaran dengan sebuah lubang yang sengaja dipahat di tengahnya.[butuh rujukan] Dari lubang tersebut, akan keluar bunyi-bunyian apabila dipukul.[butuh rujukan] Kentongan tersebut biasa dilengkapi dengan sebuah tongkat pemukul yang sengaja digunakan untuk memukul bagian tengah kentongan tersebut untuk menghasilkan suatu suara yang khas.[butuh rujukan] Kentongan tersebut dibunyikan dengan irama yang berbeda-beda untuk menunjukkan kegiatan atau peristiwa yang berbeda.[butuh rujukan] Pendengar akan paham dengan sendirinya pesan yang disampaikan oleh kentongan tersebut.[butuh rujukan]

Manfaat Kentongan[sunting | sunting sumber]

Awalnya, kentongan digunakan sebagai alat pendamping ronda untuk memberitahukan adanya pencuri atau bencana alam.[butuh rujukan] Dalam masyarakat pedalaman, kentongan seringkali digunakan ketika suro-suro kecil atau sebagai pemanggil masyarakat untuk ke masjid bila jam salat telah tiba.[butuh rujukan] Namun, kentongan yang dikenal sebagai teknologi tradisional ini telah mengalami transformasi fungsi.[3] Dalam masyarakat modern, kentongan dijadikan sebagai salah satu alat yang efektif untuk mencegahdemam berdarah.[3] Dengan kentongan, monitoring terhadap pemberantasan sarang nyamuk pun dilakukan.[butuh rujukan] Dalam masyarakat tani, seringkali menggunakan kentongan sebagai alat untuk mengusir hewan yang merusak tanaman dan padi warga.[butuh rujukan]

Kelebihan[sunting | sunting sumber]

Kentongan dengan bahan pembuatan dan ukurannya yang khas dapat dijadikan barang koleksi peninggalan seni budaya masa lalu yang dapat dipelihara untuk meningkatkan pemasukan negara.[2] Kentongan dengan bunyi yang khas dan permainan yang khas menjadi sumber penanada tertentu bagi masyarakat sekitar.[butuh rujukan] Selain itu, kentongan merupakan peninggalan asli bangsa Indonesia dan memiliki nilai sejarah yang tinggi.[butuh rujukan] Perawatannya juga sederhana, tanpa memerlukan tindakan-tindakan khusus.[butuh rujukan]

Kelemahan[sunting | sunting sumber]

Kentongan masih banyak kita temui dalam masyarakat modern, namun fungsi kentongan sebagai alat komunikasi tradisional memiliki sejumlah kekurangan yang menyebabkan tergesernya kentongan tersebut dengan teknologi modern.[1] Kegunaan kentongan yang sederhana dan jangkauan suara yang sempit menyebabkan kentongan tidak menjadi alat komunikasi utama dalam dunia modern ini.[butuh rujukan]

Era Globalisasi[sunting | sunting sumber]

Di era globalisasi sekarang ini alat komunikasi telah berkembang jauh melebihi batasan pemikiran sebagian besar manusia. Ketiadaan batasan ruang dan waktu membuat orang berlomba-lomba menciptakan beragam penemuan yang lebih praktis dan lebih luas jangkauannya.

lagu slow rock 90 - an


Lagu Slow Rock Anak Band Indonesia 90-an


  
Bagi para pecinta musik rock era ’90 nama-nama grup Band seperti : Slank, Power Slaves, Andy Liani, Bad Apple, U Camp, Boomerang, Plastik, Kindern, Kin Band, Bayou, Pay, dll. Kali ini saya ingin membuat kompilasi untuk dari lagu group band tersebut, siapa tahu diantara adalah penggemar dan mungkin menjadi salah satu lagu ini akan mengingatkan anda akan memori di era tahun 90-an. Langsung aja silahkan pilih lagu-lagu di bawah ini :
Anang : Biarkanlah, Tania, Putus, Lepas, Tak Mudah, Kamu Sama Aku Saja, Lagu Kita, Takkan, Suara Hati, Melati, Tak Kan Satu Lagi, Kata Jiwa, Yang Terakhir, Nyanyian Bumi, Can’t Take It, Damai, Keputusan, Na … Na … Na …, Gila, Cinta, Kamu Dusta, Terlalu Berharap, Merpati,  But It’s All Right,  Pisau Berdarah , KDM
Andre Hehanusa : Bidadari, KKEB, Kuta Bali
Andromedha : Konser Rock, Suara Kami, Ilusi Cinta, Goyang Rock’Roll, Bait-Bait Usank, Hai Kau Gadis, Setan Jalanan, Bencana, Cermin Kehidupan, Gapai Cita, Doa Yang Terlupa, Lamunan, Liar
Bucek Deep : Dibalik bulan
Cleopatra – Untukmu
Doel Sumbang : Somse, Urang Sunda, Arti kehidupan, Rindu Aku Rindu kamu, Ceu Romlah, Mumun, Aku Si Raja Goda, Aku Tidak Sinting,  Awewe Sapi daging, Bandung, Beja Ti Jurig, Jol, Mang Darman, Naha Salah, Si Eteh, Tono Yang Tini, Ema, bulan batu hiu, Duriatz Madinah, Mang Darman, gunung bromo, Aku Tikus Dan Kucing, Keteyep Kucuprak Sorodot Gejebur, Kali Merah Athena, Nami Abdi Jurig, Emen, Haram Jadol, Laut, Bong Abong Ka Jalma Leutik, Martini, Nini Nini Luar Nagri, Beurit, Ringsek, Linu, Santri, Jurig Butut, Kode Buntut, Juwita, Dor Dar, Tuturut Munding, nyi mas kunti, Lagu Lama, mucikari, iseng-iseng berbahaya (catatan penyair wanita), kembang malam, temanku, sialan, si linggo, rampok, Sebuah Cerpen, Polisi noban, 1001 Jalan, Mantra, Anakku Nakula, Nyi Ipah, Tek Kotek Kotek, N,tut
Galery : Darcy, Selingkuh, Terkenal,  Senyum
Iwan Fals – 1910, 2 Menit 10 Detik, Aku Antarkan, Antara Aku, Kau Dan Bekas Pacarmu, Asmara Tak Secengeng Yang Kau Kira, Bangunlah Putra Putri Pertiwi, Barang Antik, Belum Ada Judul, Bento, Berikan Pijar Matahari, Berkacalah Jakarta, Bongkar, Buku ini aku pinjam, Bunga Trotoar, Celoteh Camar Tolol, Condet, Coretan Dinding, Dimata Air Tidak Ada Air Mata, Galang Rambu Anarki, Guru Oemar Bakri, Ibu, Imitasi, Jangan Tutup Dirimu, Jendela Kelas Satu, Kemesraan, Kereta Tiba Pukul Berapa, Kontrasmu Bisu, Kumenanti Seorang Kekasih, Kupaksakan Untuk Melangkah,Lancar,  Maaf Cintaku, Mata Indah Bola Pingpong,  Mereka Ada Di Jalanan, Mimpi Yang Terbeli, Nak,Nona, OBAT AWET MUDA, PHK, Pak Tua, Panggilan Dari Gunung, Pesawat Tempurku, Puing, Rindu Tebal, Sahabat, Sebelum Kau Bosan, Serdadu, Si Tua Sais Pedati, Siang Seberang Istana, Sore Tugu Pancoran, Sugali, Sumbang, Surat Buat Wakil Rakyat, Tak Biru Lautku, Tikus Tikus Kantor, Ujung Aspal Pondok Gede, Yang Terlupakan, Oh Ya, Orang Pinggiran, Terminal
Kidnap dari album Katrina (1993) : Muak, Depresimania, Biru, Raverage, Kisah Indah, Telanjang, Jadi Apa, Nuansa, Just Like The Other Day, Katrina, Bodo Ah
Mojoe – Melepas Rindu
Sebenarnya banyak yang lainnya , bila anda butuh tinggalin aja komentar nanti akan saya kasih link biar bisa di download gratis. Salam perdamaian untuk semua penggemaran aliran musik. Mohon dukungan dari rekan-rekan untuk halaman Edimax Indonesia yang ada di beranda. Salam satu jiwa untuk pecinta Lagu Rock Era 90-an.